PELAYANAN PRIMA DIPELAYANAN KESEHATAN/KEPERAWATAN
Oleh : Hj. Misparsih, S.Kp.,M Kes
PENDAHULUAN
Ø Issu global yang diikuti dengan perkembangan teknologi yang begitu
pesat
Ø Liberalisme perdagangan barang maupun jasa pelayanan kesehatan akan
bedampak terhadap lingkungan kesehatan
Ø Tekanan demografi dan epidemiologi
Ø Beban sosial ekonomi yang mana pemerintah terpaksa menggeser beban
pembiayaan kesehatan kepada masyarakat sendiri dan pada sector swasta
Ø Pelayanan kesehatan harus dapat meningkatkan daya saingnya agar
dapat bertahan dan tumbuh
Ø Berbagai upaya harus dilakukan untuk melakukan pelayanan yang
bermutu sesuai standar yang dapat dipertanggungjawabkan dan senantiasa di audit
dari waktu ke waktu
Ø Pelayanan prima, yaitu derajat kesempurnaan pelayanan kesehatan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang sesuai dengan standar dan
menggunakan potensi sumber daya yang tersedia secara wajar, efisien, efektif
yang diberikan secara norma etika, hukum dan budaya
PELAYANAN PRIMA DALAM UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING
Ø Menyediakan upaya kesehatan yang bermutu
Ø Menyediakan upaya pemeliharaan kesehatan dasar yang terjangkau dan
sama bagi setiap orang
Ø Memanfaatkan sumberdaya dan sumber dana kesehatan secara efisien
MENYEDIAKAN UPAYA KESEHATAN YANG BERMUTU
·
Masyarakat
beranggapan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak. Oleh karena itu harus
tersedia dengan baik
·
Pelayanan
kesehatan yang diinginkan cepat, akurat, sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan tehnologi, ramah dan dengan biaya yang wajar
·
Setiap tindakan
medik/keperawatan harus selalu mempertimbangkan nilai yang dianut pada diri
pasien
·
Setiap tindakan
korektif dibuat dan meminimalkan resiko terulangnya keluhan atau ketidakpuasan
pada pasien lainnya
·
Membuat program
patient safety yang bertujuan untuk meningkatkanm mutu pelayanan
·
Mengembangkan
akreditasi dalam meningkatkan mutu Rumah Sakit dengan indicator pemenuhan
standar pelayanan yang ditetapkan DEPKES
·
ISO 9001 :2000
yaitu standar internasional untuk manajemen kualitas yang bertujuan menjamin
kesesuaian dari suatu proses pelayanan terhadap kebutuhan persyaratan yang
dispesifikasikan oleh pelanggan dari rumah sakit
·
Mengup-date
keilmuan untuk menjamin bahwa tindakan medik/keperawatan yang dilakukan
didukung oleh bukti yang mutakhir
Memperhatikan asas etika terhadap pasien yaitu :
a)
Berbuat hal-hal
yang baik (beneficence) terhadap manusia khususnya pasien, staf klinis dan non
kllinis, masyarakat dan pelanggan secara umum
b)
Tidak berbuat
mudhrat (nonmaleficence) terhadap manusia
c)
Menghormati
manusia (respect for person), menghormati hak otonomi, martabat, kerahasiaan,
berlaku jujur, terbuka, empati
d)
Berlaku adil
(justice) dalam memberikan pelayanan
MENYEDIAKAN UPAYA PEMELIHARAAN KESEHATAN DASAR YANG TERJANGKAU DAN
SAMA BAGI SETIAP ORANG
Adanya sistem pemeliharaan kesehatan yang memberikan kebebasan
memilih, baik bagi pemberi (provider) maupun bagi penerima layanan kesehatan
Ada dua pilihan jenis upaya pemeliharaan kesehatan :
a)
Negara
membiayai seluruhnya (SKTM) atau mensubsidi pemeliharaan kesehatan yang
bermutu, adil, merata dan terjangkau. Biaya bersumber dari semua wajib pajak
melalui APBN/APBD dan dari sumbangan
Pembayaran oleh konsumen sendiri yang besarnya sesuai dengan
kemampuan rakyat kebanyakan (ASKIN/ASKESKIN)
Pihak swasta diberi kesempatan untuk menjadi provider baik domestik
maupun asing atau patungan domestik dan asing
Pemerintah dengan perangkat hukumnya
dan kendali moral oleh perhimpunan profesi harus tetap ada, demi perlindungan
masyarakat sebagai konsumen
b)
Yang lebih
mampu diberi kebebasan memilih sesuai kemampuan ekonomi, keinginan dan harapan
masing-masing. Biaya bersumber dari pembayaran ssendiri, oleh asuransi
kesehatan penyelenggara JPKM
MEMANFAATKAN SUMBER DAYA DAN SUMBER DANA KESEHATAN SECARA EFISIEN
·
Sarana
pelayanan kesehatan khususnya RS sudah menjadi buissness entity
·
Pengetahuan
konsep manajemen merupakan prasarat utama pimpinan sarana pelayanan kesehanatan
/ RS termasuk pengetahuan/kemampuan leadership, advokasi, mengenai aspek
manajemen perubahan dll
·
Cara mengatasi
masalah manajemen juga lebih kearah kompromistis daripada konfrontatif
·
Diperlukan Good
Corporate Governance yang mengatur aspek institusional dan aspek bisnis
dalam penyelenggaraan sarana pelayanan kesehatan dengan memperhatikan
transparasi dan akuntabbilitas sehingga tercapai manajemen yang efisien dan
efektif
·
Juga Clinical
Governance merupakan bagian dari Corporate Governance adalah
kerangka kerja organisaasi pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab atas
peningkatan mutu secara berkesinambungan, tetap menjaga standar pelayanan yang
tinggi dengan menciptakan lingkunag yang kondusif. Clinical Governance
menjelaskan hal-hal yang penting yang harus dilakukan seorang dokter dalam
menangani konsumennya (pasien dan keluarga)
·
Membangun
aliansi strategic dengan RS lain baik di dalam atau luar negeri. Kerjaasama
yang lintas sektor dan lintas fungsi harus menjadi bagian dari budaya RS,
demikian juga team work yang baik. Budaya dikotomi pemerintah-swasta harus
diubah menjadi falsafah “bauran pemerintah-swasta (public-private mix) yang
saling mengisi dan konstruktif”
·
Melakukan
evaluasi terhadap strategi pembiayaan sehingga tarif pelayanan bisa bersaing
secara global misalnya outsorcing investasi, contracting out untuk fungsi
tertentu seperti cleaning service, gizi, laundry, perparkiran
·
Sering terjadi
benturan nilai, disatu pihak masih kuat sistem nilai masyarakat. Secara umum
bahwa RS adalah institusi yang mengutamakan fungsi sosial. Sedangkan dipihak
lain, etos para pemodal/investor dalam/luar negeri menganggap RS adalah
industri dan bisnis dengan dmkn absah berorientasi mencari laba
·
Orientasi
bisnis dapat besar dampak positifnya, bila potensial negatif dapat
dikendalikan, misal tindakan medis yang berlebihan dan sebenarnya tidak
bermanfaat bagi pasien, peluang terjadi manipulasi pasien demi keuntungan financial
bagi pemberi layanan kesehatan
·
Oleh karena itu
perlu mekanisme pembinaan etik yang mengimbangi dua sistem nilai yang dapat
bertentangan antara fungsi sosial dan fungsi bisnis
Profesional
Selalu siap bekerja sesuai dengan prosedur, berorientasi pada
kualitas dan menjunjung tinggi etika profesi
Responsif
Selalu siap bekerja dengan empati, tanggap, inisiatif, proaktif,
beradaptasi terhadap perubahan lingkungan
Inovatif
Mempunyai ide untuk melakukan perbaikan penyempurnaan dan
pengembangan
Mulia
Menjunjung tinggi norma etika dengan mengutamakan kepentingan orang
lain diatas kepentingan pribadi dan terbangun semangat kerjasama
Arif
Mampu memandang persoalan secara rasional/obyektif, tidak emosional
dan bertindak secara adil
BENTUK PELAYANAN PRIMA DALAM KEPERAWATAN
v Melayani dengan hati dan senyum
v Melayanai dalam kehidupan sehari-hari
v Bekerja adalah ibadah dan amanah
v Bahagiamu adalah bahagiaku
SEBELAS PERILAKU PELAYANAN PRIMA
·
Senyum tulus
·
Wajah hangat
dan bersemangat
·
Pelanggan
adalah orang penting
·
Dengarkan
kebutuhannya
·
Menyebutkan
namanya
·
Bahasa tubuh
positif
·
Bicarakan yang
diminati pelanggan
·
Bahasa yang
halus dan tepat
·
Prosees yang
sudah/sedang/akan dikerjakan
·
Product
knowedge (RS)
·
Tampil dengan
rapi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar